Kabar Nusantara News;- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar diksusi dengan tema, “Menela’ah Lebih Dalam Harga BBM Indonesia” di Colony Coffee & Resto, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu(9/5/2028).Nasional (09/05/2018)

Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam (PSDA) PB HMI menyoroti tentang kenaikan harga bahan bakar minyak di Indonesia yang dianggap merugikan masyarakat kecil menengah ke bawah.

“Kenaikan harga BBM telah menciptakan kegelisahan dikalangan masyarakat,bahkan berimbas terhadap kenaikan 9 bahan pokok dipasar tradisional,”ujar Pahmuddin.

PB HMI dan Pertamina bersepakat untuk pengelolaan migas dikelolah untuk kebutuhan masyarakat.

“Saatnya pertamina terbuka untuk melawan pemerintah dalam menentukan harga BBM,”kata Pahmuddin.

Ia menambahakan,”Kami pun sepaham dengan pertamina bahwa penglolahan migas harus di prioritaskan untuk kepentingan publik, bukan untuk asing,”papar Ketua Bidang PSDA.

Pahmudidin berharap agar pemerintah mempersiapkan cadangan minyak yang memiliki masanya serta memikirkan bagaimana menciptakan energi terbarukan.

“Saatnya pemerintah bersikap populis terhadap masayarakat, Mengingat cadangan minyak itu ada masanya. Kekayaan alam itu ada waktunya habis. Harus di pikirkan matang-matang untuk energi terbarukan. Pemerintah tidak boleh ceroboh seenaknya melakukan kontrak kerja sama dengan asing,”jelasnya.

Abraham lagaligo sebagai perwakilan pertamina menjelaskan bahwa sebaiknya kontrak bersama investor langsung ke pertamina dan pembangunan kilang minyak itu diperuntukkan untuk rakyat.

“Semestinya kontrak kerja yang berkaitan dengan investor bisa langsung ke pertamina, dan peruntukan kilang minyak seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan rakyat,”ungkapnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here