Kabar Nusantara News;- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta kepada Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan ulang gaji Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).Makassar (03/06/2018)

Bendahara Umum PB HMI Taufan Tuarita menjelaskan bahwa kondisi negara ini sedang genting karena minimnya anggaran negara dalam postur APBN 2018. Di tambah dengan hutang negara yang mencapai 4000 Triliun.

“Lebih baik anggaran tersebut digunakan untuk program pengentasan kemiskinan atau bantuan modal usaha bagi masyarakat yang kurang mampu, itu jauh lebih produktif. Belum lagi beban APBN kita cukup besar dan ditambah dengan hutang luar negeri yang semakin tinggi,” ujar Taufan melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu(3/6/2018).

Ia juga mengatakan bahwa gaji yang diterima oleh Megawati memang tidak seberapa bagi pemerintah, namun tidak bagi masyarakat kecil. Apalagi pasca pemerintah mengurangi subsidi untuk rakyat.

“Gajinya memang kecil menurut pemerintah, tapi masyarakat kecil pasti merasa terusik dengan nominal yang diterima. Pasalnya subsidi untuk masyarakat kecil di era Presiden Jokowi banyak yang dikurangi. Itulah yang membuat masyarakat semakin terluka dengan gaji presiden ke 5 tersebut,” ungkapnya.

PB HMI juga mendesak pada Presiden Jokowi untuk bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya sebagai kepala negara yang baik.

Ia menambahkan, “Kebijakan Presiden Jokowi selama ini tidak mencerminkan nawacita ataupun semangat revolusi mental. Seharusnya masyarakat dapat merasakan dampak atas kebijakan pemerintah, tapi nyatanya melenceng jauh dari cita-cita berbangsa dan bernegara,” pungkas Taufan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here