Kabar Nusantara News;- Surat yang dikeluarkan Oleh Pemerintah Sulawesi-Selatan yang di tanda tangani oleh Wakil Gubernur Sulsel untuk mengantisipasi Bencana Alam hingga kini masih di soroti.Makassar (12/10/2018)

Surat yang Beredar melalui Grup Whatt’s App ini menjelaskan beberapa poin terkait adat istiadat masyarakat yang Di duga masih berbau musrik dan dianggap bisa menjadi penyebab bencana.

Menanggapi Hal itu,Anggota DPR RI Partai Nasdem Asal Luwu Utara Luthfi Andi Mutty mengatakan jika surat tersebut ngawur atau tidak jelas indikatornya.

Menurutnya,Kekayaan Adat Istiadat dan budaya di Sulsel Khususnya bisa terancam puna jika pemerintah sudah berfikir seperti itu.

“Surat itu jelas ngawur,Tidak jelas indikator dan kriteria perbuatan syirik yang terkait dengan bencana.Kekayaan adat istiadat dan budaya bisa punah jika semua pemerintah berpikir seperti ini. Padahal konstitusi kita dengan tegas menyebut bahwah budaya Indonesia adalah puncak-puncak dari budaya daerah.Juga disebutkan bahwa negara mengakui dan menghormati “hak-hak tradisional masyarakat hukum adat”. Hak-hak tradisional itu ada yang bersifat materiil dan ada yg immateriil.”Ungakp LAM Saat dihubungi via Telpon Jumat,12/10/.

Opu Pabbicara Datu Luwu ini juga menjelaskan Terkait dengan fenomena bencana yang sering terjadi di negara kita, ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengungkapkan bahwa Indonesia terletak di cincin api dan berada di lempeng bumi yang terus bergerak.

Hal ini menunjukkan Indonesia berada di daerah rawan bencana. Gempa bumi, tanah longsor dan tsunami. Maka kita dituntut untuk menguasai ilmu dan teknologi untuk membuat agar kita yang hidup di wilayah cincin api dan lempeng bumi yang terus bergerak itu dapat hidup “damai” dengan bencana.

Betapa pentingnya ilmu dan teknologi itu, maka salah satu haditz Rasulullah mengatakan bahwa: jika ingin bahagia di dunia, dengan ilmu. Jika ingin bahagia di akhirat, dengan ilmu. Jika ingin bahagia di dunia dan akhirat, dengan ilmu.

“Tahun 2003 saya berkunjung ke Israel. Saya jumpai, warganya bisa melakukan budidaya udang di tengah-tengah padang pasir yang tandus dan gersang. Mereka juga menyulap padang pasir sebagai lahan pertanian yang memproduksi buah-buahan.”jelasnya

Lanjutnya,Semua itu menjadi komoditi ekspor. Saya juga melihat bagaimana petani di Thailand memanfaatkan setiap jengkal tanahnya secara maksimal. Mereka menggunakan teknologi Israel.

“Dan kita tahu,Thailand merupakan negara pengeksport buah-buahan yang disegani di dunia. Kenapa semua itu bisa terjadi? Jawabnya cuma satu. Karena ilmu.”

Mantan Bupati Luwu Utara dua periode ini pun melahirkan beberapa pertanyaan terkait surat Wakil Gubernur Sulsel Tersebut,diantaranya :

Pertanyaan atas surat itu :

1. Agama apa yang jadi acuan untuk menentukan bahwa ritual itu menyimpang atau tidak.

2. Ritual nuju bulanan, mappacci atau midodareni yang menjadi tradisi di sebagian masyarakat kita, menyimpang atau tidak.

3. Pagelaran wayang atau kirab di kraton-kraton Jawa menyambut 1 Syuro, menyimpang atau tidak.

4. Upacara rambu solo’ itu menyimpang atau tidak.

5. Pagelaran tari “Bissu” menyimpang atau tidak.

6. Memilih Ammatoa lewat ritual tertentu, menyimpang atau tidak.

Dan banyak lagi ritual-ritual tradisi adat istiadat yang terlalu panjang dan banyak untuk disebutkan.

LAM juga menegaskan jika surat itu potensial menimbulkan konflik horizontal.(aa/fa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here