Kabar Nusantara News;- Panitia penyelenggara Deklarasi Ganti Presiden 2019 di Kota Makassar kembali menghadap kepada Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, AKBP Duhri Akbar Nur, SIK., Jumat (10/8/2018) sore tadi.Makassar (10/08/2018)

Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Ustad Mukhtar Daeng Lau, selaku penanggungjawab kegiatan, bersama dengan rombongan, telah menyerahkan semua kelengkapan berkas pemberitahuan sebagaimana yang sebelumnya diminta oleh pihak Intelkam.

Berkas itu, antara lain surat pemberitahuan yang telah disetujui pihak Rumah Sakit Pelamonia, surat dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, dan bukti persetujuan peminjaman tempat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, serta proposal kegiatan dari panitia.

Pengacara senior Muhammad Amin, yang bertindak sebagai kuasa hukum kepanitiaan, menjelaskan dengan masuknya semua berkas pemberitahuan itu, maka kegiatan Deklarasi 2019 Ganti Presiden di Makassar telah berkekuatan hukum dan tidak ada lagi pihak yang bisa menghalangi jalannya rencana kegiatan pada Ahad, 12 Agustus 2018, di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim tersebut menyebut, karena hal itu telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Unjuk Rasa.

“Berdasarkan isi dari Undang-Undang itu, penyelenggara hanya sekadar menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada kepolisian,” ujar Muhammad Amin.

Sebelum ke Polrestabes, Ustad Mukhtar dan anggota panitia lainnya, menemui Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, dan memberitahukan perihal rencana penyelenggaraan Deklarasi 2019 Ganti Presiden.

Ustad Muktar memastikan bahwa semua persiapan sudah hampir 100 persen rampung sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda acara itu.

Kepada Kasat Intelkam, Ia juga menegaskan bahwa peserta Deklarasi 2019 Ganti Presiden itu dihadiri sejumlah tamu dan Jakarta, di antaranya deklarator nasional 2019 Ganti Presiden, Neno Warisman.

Adapun peserta lainnya yang diundang dan dilibatkan, rata-rata dari dalam Kota Makassar.

“Kami sama sekali tidak melakukan mobilisasi massa dari luar Kota Makassar. Kalau ada yang datang, itu inisiatif mereka sendiri,” terang Ustad Mukhtar.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here