Kabar Nusantara News;- Direktur Yayasan Peduli Negeri (YPN), Saharuddin Ridwan, selasa (24/7). Diundang khusus oleh Puslitbang Lingkungan Hidup Unhas untuk berbicara tentang pengelolaan sampah dan Bank Sampah bertempat di kantor Puslitbang Unhas Tamalanrea.Makassar (25/07/2018)

Ketua umum asosiasi bank sampah indonesia, ini tampil sebagai pembicara utama, dimana mantan jurnalis TV nasional ini, memaparkan tentang pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan serta kesuksesan Makassar dalam mengelola bank sampah.

Sahar menjelaskan lima hal yang harus dilakukan oleh daerah kabupaten dan kota jika ingin program lingkungannya berhasil. yakni, regulasi, kelembagaan, pembiayaan, pemberdayaan masyarakat dan teknologi.

Dikatakannya, banyak daerah yang gagal dalam pengelolaan lingkungannya karena melupakan kelima aspek tadi. Dan sebaliknya, ada daerah yang berhasil karena mampu menjalankan sistem tersebut dengan baik.

“kita ambil contoh Makassar dimana pemerintah kotanya sudah menyusun lembaga pengelolaan sampah dan pelayanannya hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan. bahkan dalam hal bank sampah, pemerintah kota punya keinginan satu RW satu bank sampah,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pemaparan ini, Ketua Yayasan peduli negeri ini menjelaskan tentang pentingnya upaya pengurangan dan penanganan yang harus dilakukan dan direncanakan pemerintah pusat dan daerah. Salah satu program penanganan yang bisa dilakukan adalah program bank sampah.

Program ini menurut sahar dianggap sebagai program yang mampu membantu penanganan sampah an organik. Sementara itu dalam sesi tanya jawab, beberapa guru besar berharap program ini bisa berkesinambungan.

Selain itu, salah satu penanya menginginkan agar program ini segera dibuat di Unhas. kegiatan ini sendiri dibuka oleh kepala Puslitbang LH Unhas Prof. Dadang Suriamihardja.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here