Kabar Nusantara News;- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memfasilitasi kerja sama Kemitraan Ekonomi Umat antara Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN), serta PT Nutrindo Bogarasa (Mayora Group), Jumat (23/11/2018).Jakarta (24/11/2018)

Perjanjian kerja sama yang dilakukan di Gedung Kementerian Perekonomian Medan Merdeka Barat itu menyangkut pemberian fasilitas kredit serta pengembangan budidaya singkong untuk Industri dalam rangka Kemitraan Ekonomi Umat di Provinsi Sulawesi Selatan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin mengatakan bahwa pada tahap awal dari perjanjian tersebut diproyeksikan seluas ± 500 ha.

“Kemitraan budidaya singkong merupakan salah satu wujud nyata implementasi Program Kemitraan Ekonomi Umat dengan melibatkan beberapa Pondok Pesantren (Ponpes) di Sulawesi Selatan dan Maria,” ujarnya Jumat (23/11/2018).

Secara terperinci, ponpes di Sulsel tersebut terdiri dari enam Ponpes di Janeponto, yakni Ponpes Al-Hikam, Ponpes Baitullah, Ponpes Madaniyah, Ponpes DDI Nurul Aziz, Ponpes Rahmatullah, dan Ponpes Bahrul Ulum, serta 2 Ponpes di Maros yakni Ponpes Nurul Yakin dan Ponpes Nurul Ikhwan.

“Melalui perjanjian kerjasama ini pemerintah berharap para petani akan memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan usaha, maupun akses pemasaran, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Rudy menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah berkomitmen untuk mendukung penyediaan prasarana dan sarana produksi maupun alat mesin pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku singkong kepada PT. Nutrindo Bogarasa (Mayora Group).

Dalam kerja sama tersebut, PT Nutrindo Bogarasa akan bertindak sebagai offtakeryang memberi kepastian beli dan kepastian harga kepada petani, sesuai dengan kualitas singkong yang dihasilkan oleh petani dengan standar yang ditetapkan oleh PT Nutrindo Bogarasa.

Kemudian Bank Sulselbar akan berperan memberikan dukungan pembiayaan, dimana para petani berharap mendapatkan bunga yang rendah dan skema bayar saat panen (yarnen).

Sementara itu, Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) akan berperan sebagai operator lapangan dan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani, santri sebagai supervisor dan PPL tenaga lapangan untuk mengatur jadwal tanam dan panen, penentuan bibit, pupuk dan teknik budidaya menghasilkan produksi yang maksimal.

Rudy pun berharap agar kemitraan budidaya singkong di Sulawesi Selatan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan para petani, santri, dan masyarakat sekitar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here