Kabar Nusantara News;- Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) sebaiknya melibatan orangtua karena penting bagi anak dalam pembentukan karakternya. Bukan hanya soal bakat, kreativitas dan prestasi akademik anak yang penting dikembangkan tapi juga pendidikan nilai dan pembentukan karakter anak.Makassar (23/07/2018)

Itulah pesan yang disampaikan Dr Adi Suryadi Culla, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, saat menghadiri Panggung Ekspresi dan Kreasi di SDN Borong, Makassar, Senin (23/7/2018). Acara ini merupakan bagian dari Siaran Outdoor “Anak Cerdas Indonesia” (ACI) RRI Pro1 Makassar, Live di 94,4 FM, yang diadakan dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional,. Tema HAN 23 Juli 2018 adalah Anak Indonesia GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat).

Karena itu, menurut dosen Unhas tersebut, pondasi pembentukan anak sangat penting agar anak sebagai kertas putih tidak ternoda oleh lingkungan sosialnya, termasuk kemajuan teknologi. Sekolah, kata dia, hanya penunjang dalam pembenrukan karakter anak. Namun diingatkan bahwa keteladanan guru juga bisa ikut membentuk karakter, moral dan akhlak anak-anak yang sangat diperlukan bagi anak dalam meniti masa depannya.

Foto : Siswa SDN Borong Saat Berada Di Panggung Ekspresi.

Asmar Sarjon, yang mewakili Kepala LPP RRI Makassar, mengatakan RRI bukan hanya Radio Republik Indonesia tapi juga rumah rakyat Indonesia. Karena itu RRI sebagai lembaga penyiaran publik mendatangi sekolah-sekolah dan kampung-kampung untuk mendekatkan diri pada masyarakat.

“ACI ini sangat penting bagi anak untuk mengekspresikan dirinya, sekaligus konten siaran yang diharapkan ada di Satker RRI seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Sesuai tema HAN tahun ini, masing-masing anak yang tampil sebagai narasumber punya prestasi berbeda. Mereka menceritakan pengalamannya sehingga bisa berprestasi.
Aiman, misalnya, merupakan juara menggambar dan juara kelas. Juga ada Ratu Virly, yang bercita’cita jadi arsitek. Ada juga Andi Surya Saputra yang pernah bersama teman-temnnya juara drum band sekecamatan Manggala. Masih ada lagi Dzakiy Atsiil Azis yang ingin mengabdikan dirinya sebagai dokter.

Masing-masing ditampilkan secara bergantian. Tanpa ragu mereka menjawab pertanyaan penyiar RRI dengan gaya yang polos dan lugas. Talenta SDN Borong seolah baru terungkap pagi tadi dalam sesi wawancara. Ada Khaerul Bashar MR, juara 1 lomba puisi sekaligus pemeran terbaik laki-laki lomba drama tingkat Sulsel. Andi Muhammad Fikram, yang hobi main badminton dan berkeinginan jadi TNI. Juga Adelia Syam Arif, siswi kelas 5 yang, katanya, hendak jadi chef karena hobi memasak, serta Fildzah Khalisa Ruzana, yang juara lomba menyanyi. Meski punya prestasi terkait hobi dan bakatnya, tapi anak-anak itu menempatkan belajar sebagai yang utama.

Mulyono, Produser Pelaksana Program ACI, memberi alasan dipilihnya SDN Borong sebagai tempat siaran outdoor karena sekolah ini dianggap memiliki paket lengkap.

“Siswa-siswi di sini mempunyai latar belakang prestasi serta beberapa kegiatan yang unik dan menarik. Pihak sekolah, dalam hal ini kepsek serta guru-guru, juga responsif terhadap program siaran ACI RRI Makassar,” begitu kata pria yang dikenal sebagai musisi ini.

Acara ini dihadiri bukan hanya dihadiri oleh guru dan murid-murid SDN Borong tapi juga Ketua dan pengurus Komite Sekolah SD Kompleks Borong. Hadir pula 6 SD yang berada di gugus 5 Kecamatan Manggala.

Kepala SDN Borong, Dra H. Hendriati Sabir, M.Pd mengatakan ada perbedaan dalam perayaan HAN dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya anak hanya diundang hadir maka kali ini justru merekalah yang menampilkan potensi dirinya sesuai tema HAN 2018 Anak Indonesia GENIUS.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here