Kabar Nusantara News;- Selama bulan Ramadan orang berlomba-lomba untuk beribadah. Ternyata, di bulan suci ini juga menjadi momen bagi banyak wanita untuk menghapus tato.Style (08/06/2018)

Data dari ZAP Beauty Clinic, persentase wanita yang menghapus tato di klinik ZAP menggunakan teknologi laser dan cahaya pada bulan Ramadan ini meningkat. Zap telah melihat tren ini dari tahun ke tahun selama Ramadan.

Menurut data dari Zap, selama Mei 2018 ini menghilangkan tato di kliniknya meningkat hingga 20%. Menghapus tato menggunakan laser belakangan memang sedang menjadi tren, seiring dengan makin banyaknya orang yang men-tato tubuhnya.

“Sinar laser akan bekerja menghancurkan pigmen warna dari tato, lalu sisa pigmennya akan dihancurkan dengan sendirinya oleh sistem pertahanan tubuh. Tato hitam akan lebih mudah hilang dibanding tato berwarna. Tato dengan jumlah tinta yang banyak dan memiliki garis atau model yang berlapis juga akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk dihilangkan”, ujar dokter Anangga Dipamira dari ZAP Beauty Clinic Plasa Senayan, Jakarta dalam pernyataan resminya.

Di Amerika Serikat sendiri, tren menghilangkan tato pun semakin meningkat. Penelitian dari American Society of Aesthetic Plastic Surgery (ASAPS) menyebutkan bahwa lebih dari 50,000 tato telah dihapus sepanjang tahun 2016. Dari jumlah tersebut, 60 persen pemilik tato berjenis kelamin wanita.

Teknik laser banyak menjadi pilihan orang untuk menghapus tato karena minim rasa sakit dibanding teknik lainnya seperti dermabrasi dan bedah kulit. Dermabrasi adalah teknik menghapus tato dengan mengikis lapisan kulit sehingga tato pun ikut terangkat.

Sementara bedak kulit dilakukan dengan cara mengangkat area kulit yang tergambar tato dengan pisau bedah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here