Kabar Nusantara News;- Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sudah menghirup udara bebas sejak keluar dari BUI 24 Januari kemarin.Makassar (26/01/2019)

Kebebasan Ahok pun di sambut meriah oleh para Ahoker yang menggelar berbagai acara syukuran atas keluarnya Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Namun, Bagaimana ahok didalam gelanggang Politik Nasional pasca bebas?

Menurut Pengamat Politik dan Kebangsaan Asal Sulsel Arqam Azikin, bebasnya Ahok tidak berpengaruh besar terhadap konstalasi Politik saat ini terlebih pada Pilpres 2019.

“pengaruhnya tidak besar, mengapa ?Ahok sudah menjadi album tertutup dalam gelanggang politik Nasional , Jokowi pun tidak akan ambil Resiko untuk ajak Ahok masuk Petinggi Tim Nasional. Karena, Jokowi dan Timnya paham betul distorsinya Ahok di mata mayoritas Ummat Islam, disebabkan kasus Penistaan Agama Islam dengan menyindir surah Al Maidah 51.”Ungkapnya Saat di hubungi Whatt’s App Jumat, 25/01.

Namun Dosen Fisip Unismuh Makassar menjelaskan jika BTP ingin kembali ke gelanggang Politik Nasional, Ia harus bisa menjadi Calon Bupati atau Gubernur.

“bila mau masuk gelanggang politik Ahok boleh mencoba Calon Kepala Daerah di Kampung nya, bisa jdi calon Bupati atau Calon Gubernur.”katanya.

Ia pun mengatakan jika kesalahan fatal BTP karena sebut-sebut ayat Al Qur’an secara tidak tepat sehingga memberi andil terbukanya Politik Identitas.

“Jadi, Kesalahan Fatal Ahok karena sebut-sebut Al Qur’an secara tidak Tepat, sehingga memberi andil terbukanya pertentangan Politik Identitas.”tandasnya.

“Itulah pemicu awal di 2016 para Ulama berkumpul melakukan Gerakan Moral menentang perkataan Ahok tentang sindiran ke Al Quran. Dengan adanya kasus Pilgub DKI, jadi pelajaran berharga bagi siapa pun tentang Makna Al Quran, ke depannya janganlah para calon Bupati, Cawalkot dan Calon Gubernur menyebut-nyebut Al Quran dalam konteks tidak tepat.”tutupnya.(Arh/Ft)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here