Kabar Nusantara News;- Ajang pertemuan para penggiat isu difabilitas se-Indonesia (Temu Inklusi 2018) saat ini tengah berlangsung di desa Plembutan, Kecamatan Playen kabupaten Gunung Kidul, DI Jogjakarta.Makassar (23/10/2018)

Ajang yang bertemakan “menuju Indonesia Inklusi 2030 melalui inovasi kolaboratif” ini rencananya akan berlangsung selama kurang lebih empat hari dari tanggal 22-25 Oktober 2018.

Direktur Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel Indonesia (SIGAB), Soeharto menyampaikan, ide dari kegiatan ini adalah bahwa antara difabel, pemerintah serta aktor-aktor pembangunan itu diperlukan adanya komunikasi melalui dialog untuk mengevaluasi serta menyelesaikan apa yang menjadi persoalan dalam pembangunan yang dapat memperhatikan kebutuhan difabel.

Soeharto juga menyampaikan jika acara Temu Inklusi ini merupakan event yang diselenggarakan dua tahun sekali.

Selama ini event ini sudah terlaksana sebanyak tiga kali, dan kedepannya kegiatan ini akan dilaksanakan di daerah lain, agar semangat inklusi itu bisa lebih menyebar gaungnya ke seluruh Indonesia.

Terkait daerah luar Jogja yang telah mengajukan diri menjadi tuan rumah temu inklusi 2020, Soeharto menyampaikan sejauh ini ada dua wilayah yang bersedia yakni kota Banjarmasin dan kabupaten Bulukumba.

Untuk kesediaan kabupaten Bulukumba, Ishak Salim, selaku penggiat isu dafabilitas di Sulawesi Selatan membenarkan hal tersebut.

“Kami dari organisasi gerakan difabel di Sulawesi Selatan ini sudah tiga kali mengikuti kegiatan temu inklusi. Sebenarnya, pada Temu Inklusi yang kedua [2016], kami sudah mengusulkan untuk jadi tuan rumah pada tahun ini. Tapi karena persiapan masih kurang, akhirnya tidak bisa,” jelas Ishak (23/10) di balai desa Plembutan.

Ishak melanjutkan, untuk menunjukkan keseriusan Sul-Sel menyelenggarakan temu inklusi 2020, sejak 2017 hingga kini pihaknya sudah berkunjung ke desa Kambuno, di kabupaten Bulukumba yang direncanakan menjadi desa tempat berlangsungnya temu Inklusi selanjutnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa Kambuno, yang tahun ini menjadi pemenang dalam lomba desa tingkat propinsi Sulawesi Selatan. Sayangnya beliau tidak bisa hadir di sini, karena saat ini sedang berada di Bali, mewakili Sulawesi Selatan dalam lomba desa tingkat nasional.”

Menurut Ishak, saat bertemu kepala desa Kambuno beberapa waktu yang lalu saat PerDIK melakukan kegiatan kemah pemuda inklusif, kepala desa berharap desa Kambuno bisa menjadi juara satu nasional, agar pada saat temu inklusi 2020 desa ini bisa dibuat lebih akses.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, yang turut hadir pada temu Inklusi 2018 menyampaikan bahwa pengarusutamaan gerakan disabilitas di Bulukumba belumlah terlalu lama.

Maka dari itu, pemerintah kabupaten Bulukumba sangat terbuka pada lembaga PerDIK ataupun SIGAB untuk menjadi mitra yang baik dalam memberikan saran dalam pembangunan yang mengakomodir difabel.

Terkait dengan rencana temu inklusi 2020, Tomy menyampaikan bahwa pemerintah Bulukumba menyambut baik rencana tersebut. Ia berkomitmen akan menyukseskan segala proses hingga pelaksanaan acara tersebut.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here