Kabar Nusantara News;-Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengatakan dirinya fokus membenahi soal perizinan di wilayahnya. Hal itu menjadi fokus 100 hari masa pemerintahannya. Makassar (06/09/2018)

“Itu program seratus hari kita. Kita akan benahi perizinan. Semua yang masih rumit kita akan permudah, kita simpelkan. Bagaimana izin ini supaya nggak berbayar, bisa cepat,” kata Nurdin usai bertemu dengan pimpinan KPK di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2018).

Selain itu, Nurdin sempat menjelaskan hasil pertemuannya dengan pimpinan KPK. Menurutnya, ada masukan agar ada perbaikan sistem perencanaan, serta penganggaran untuk mencegah korupsi.

Menyampaikan beberapa hal yang harus kita antisipasi terutama yang rawan korupsi. Itu yang menjadi penekanan tadi.

Kedua, dari teman-teman para gubernur juga menyampaikan persoalan-persoalan yang dihadapi. Terutama dalam proses penganggaran, perencanaan termasuk tadi sudah disampaikan hati-hati soal penetapan APBD.

“Jangan ada lagi ada yang namanya uang ketok palu. Itu hati-hati. Ya jangan sampai proses perencanaan penganggaran kita justru banyak program-program yang tidak untuk kepentingan rakyat,” ucapnya.

Dia menegaskan tak pernah memberi apapun terkait pengesahan anggaran di DPRD selama 10 tahun menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Menurutnya, masyarakat butuh teladan dari pemimpin.

10 tahun di Bantaeng itu nggak pernah kita lakukan. Kenapa? Karena mulai dari perencanaan, penganggaran semua orientasinya kepentingan rakyat.

Kita nggak punya kepentingan apa-apa. Jadi kalau mau diketoknya silakan, kalau nggak, ya mau diapa.

“Saya kira bangsa ini butuh keteladanan. Kalau pemimpin daerah bisa diteladani, punya trust, berintegritas, punya rasa malu, itu penting. Saya yakin investasi akan masuk,” ucap Nurdin.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here